Cast:
Choi min Hwa aka Anne
Choi min Ho aka Minho ( Anne’s oppa)
Hwa POV
“assalau’alaikum…”
“waalaikum salam, Sayang, sini” jawab mami.
“siapa tu mi?” tanyaku sabil melirik kearah dua orang namja dihadapan kami, satunya beruuran kira” seumuran ayah dan satu lagi kira – kira 19-20 tahun .tapi sepertinya aku kenal namja muda itu… tapi siapa???
“hmmm… itu….”
“owh, jadi ini anakku… sudah besar ya???”
Hah??? Anak??? Apa maksudnya???
“iya,” jawab mami singkat…
“mi???? yah???”
“dia ayah kandung anne yang sebenarnya” jawab ayah.
Aku menutup mulutku, ayah menjelaskan semuanya. Aku sebenarnya anak dari hasil pernikahan mami dengan namja tua itu. mami menikah dengan namja itu sehari setelah mai taat SMA. Tak lama setelah itu mami melahirkan seorang anak laki” yang tak lain adalah namja muda di depanku. Tiga tahun setelah itu mami pun melahirkan ku .wah berarti aku sekarang enam belas tahun dong… pantas badanku tinggi begini.170 untuk anak 16 taun sich biasa.. kirain aq masih 13 taon, dua bulan setelah mami melahirkanku mami dan namja itu bercerai, karena istri pertama namja itu sedang sakit keras dan disisi lain mami harus menikah dengan ayah. Akhirnya aku ikut dengan mami dan namja itu pergi ke korea menyusul istri pertamanya. Tapi sebelum itu mami memiliki perjanjian dengan namja itu. Setelah aku berumur 16 tahun aku akan ikut dengan namja itu, alasannya simple. Dari pada mami membunuhku. Karena dulu mami berniat ingin membunuhku. Dan sekarang namja itu benar-benar ingin membawaku. Aku sempat melirik kearah mami. Mami hanya bisa menitikkan air mata, tapi janji tetaplah janji. Aku harus ikut dengan namja itu.
“bagaimana? Kapan kita bisa berangkat?” Tanya namja itu. Matanya sangat bersinar-sinar menunggu jawaban dariku. Aku ingin menjawab tidak mau, tapi apalah daya.
“……”
“bagai mana kalau seminggu lagi?”
aku terkejut. Aku pun melirik mami..
“baiklah, seminggu lagi” jawab mami, sepertinya mami sudah memiliki kekuatan untuk berbicara.
Aku hanya bisa menurut.. aku terlalu takut untuk pergi….. aku masih ingin di sini, di Pekanbaru, di Indonesia. I Love Indonesia.
Tapi sumpah, aku masih penasaran dengan namja muda yang tak lain adalah oppa-ku itu, siapa dia??? Sedari tadi dia masih tidak berbicara. Dia malah tidak membuka topinya dan terus-menerus menunduk.
“tapi maaf, siapa yeoja muda itu???” Tanya ku.
“owh, dia oppa-mu. Nak, perkenalkan dirimu.”
“ne appa,”
Diapun membuka topinya.
“HAH??!??!?, Jadi???? DIA oppa ku???”
“kau mengenalnya sayang???” Tanya yeoja itu.
“ya! Sangat! Sangat. Karena aku Shawol Minho oppa!”
Minho POV
Ternyata dia mengenalku. Ternyata banyak juga orang di Indonesia yang mengenalku.dan tenyata dongsaengku adalah salah satu shawol. Pantas saja ada permintaan untuk kami manggung di Indonesia.
“Ne, perkenalkan. Saya Minho” ucapku terbata dalam bahasa Indonesia. Aku memang mengenal bahaasa ini, sangat malah. Tetapi untuk mengucapkannya masih saja terasa sulit.
Tampaknya yeoja didepanku ini masih syok, terang saja. Dia ternyata kakak beradik dengan idolanya.
“ne, aku memang masih syok mengetahui oppa-ku tak lain adalah idolaku” Sepertinya dia bisa membaca pikiranku.
“baiklah kalau begitu, kami pamit.” Ujar appa.
“saya juga pamit” ucapku.
“sampai bertemu seminggu lagi anakku” ujar appa lagi..
“ne, appa” ujar yeoja itu murung , siapa namanya? Kalau tidak salah anne. Ya, Anne. Sepertinya masih sulit baginya untuk menerima kenyataan ini.
Seminggu kemudian…….
Hwa POV
“sudak siap anakku?”
“ne appa.” Ucapku. Sekarang aku sudah memiliki nama korea. Choi Min Hwa.
Akupun berbalik dan memelu kmami dan ayah secara bergantian. Berat rasanya melepaskan pelukan itu. Akupun pamit dengan tetangga dan keluargaa yang ikut mengantarku ke bandara. Tak lupa denga adik ku Fauzan dan si chuuby Hanna. Matanya berlinang.
Kami pun naik ke pesawat.
“oppa mu sudah duluan berangkat karena tuntutan pekerjaan. Dia nanti akan menjemput kita di bandara. Tapi sebelum itu kita ke Jakarta dulu untuk suatu urusan.”
“ne appa.” Untuk saat ini hanya itu yang bisa aku ktakan. Aku terlalu sulit untuk berbicara.
Satu setengah jam kemudian….
Kami sampai di Jakarta. Ternyata maksud appa tadi oppa akan menjemputku di bandara adalah di bandara soekarno hatta. Oppa sudah disana. Ia sendirian. Lalu kami langsung menuju kantor. Karena di indonesi mengemudi di sebelah kana oppa pun kesulitan. Akhirnya akulah yang emngemudikan mobil itu. Tak lama kemudia Kami pun sampai ke sebuah kantor. Setelah beberapa saat menunggu diruang tunggu, oppa dan appa pun kembali. Dan kami langsung melanjutkan perjalanan menuju korea.
Beberapa jam kemudian kamipun sampai di korea. Kami sudah dijemput oleh supir. Dan kami langsung menuju rumah baruku.
Kamipun masuk ke pekaranngan salah satu rumah mewah. Bagaikan istana. Beberapa pelayan langsung menyambut kami.
Para pelayan saling berbisik….
“owh inikah nona muda? Manis. Mirip sekali dengan tuan muda.”
“ya, mirip sekali.”
“baiklah, perkenalkan. Ini adalah anak perempuan saya, MinHwa. Saya harap kalian dapat melayaninya dengan baik”
“Ne Tuan….” Sahut mereka serempak, kalau tak salah ada 16 orang.
“sekarang, Jincha, Jaesoo, Ryesun, dan yooshiil, antar nona muda ke kamarnya.”
“Ne Tuan” mereka berempatpun mengantarkan ku ke kamar yang sangat besar. Kira-kira 10 kali kamarku di Indonesia.
“Nona muda, kalau ada apa-apa, panggil kami,” ujar salah satu dri mereka. Kalau tak salah namanya jincha.
“Ne, Gamsahamnida”
Akupun menutup pintu kamar, dan segera tidur. Saat ingin melihat lemari besar di kamar ganti, ternyata sudah terisi dengan berbagai baju model baju, mulai dari piyama sampai dress ada, lengkap dengan sepatu dan bermacam asesorisnya.
Akupun mulai mengambil salah satu piyama polos berwarna abu-abu. Dan segera tidur.
To be continued…………..
Kamis, 25 Maret 2010
1st ff/ i'm not for him
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar